Gopublik.id - Kawasan Puncak Jawa Barat dikenal sebagai salah satu tempat wisata pegunungan yang memiliki infrastruktur sangat lengkap, mulai dari jalan raya yang apik, jumlah villa yang sangat memadai, hingga beragam tempat wisata alam.

Terdapat dua landmark di kawasan tersebut. Pertama, Puncak Pass, titik tertinggi di kawasan Puncak. Kedua, masjid Puncak yang terletak menonjol di ujung sebuah perbukitan yang dahulu merupakan kebun teh.

Dilansir Kabarsukabumi.com dari laman duniamasjid.islamic-center.or.id, Selasa (26/3/2024), bangunan masjid yang diberi nama At Ta’awuun tersebut tergolong tidak megah. Namun, kombinasi bangunan yang sederhana, penataan taman dan kolam yang indah di sekitar masjid, serta lokasi yang luar biasa indah membuat masjid ini menjadi spesial.

Memasuki tempat parkir, deretan warung makan khas Puncak akan menyambut. Dari area tersebut ada tangga yang cukup tinggi menuju area masjid. Sebenarnya terdapat dua pintu masuk yang sama-sama dilengkapi area parkir, namun mayoritas pengunjung lebih memilih masuk dari sisi bawah masjid.

Saat sampai di bagian atas tangga, tampak hamparan taman indah dengan pemandangan perbukitan yang sangat menyegarkan. Taman tersebut merupakan area halaman masjid. Di sini juga terdapat kolam dangkal dengan air semata kaki yang melingkari bangunan masjid.

Pengunjung yang akan masuk masjid harus melewati kolam tersebut, sehingga kaki mereka otomatis terbasuh air dingin yang mengalir di kolam. Kolam yang mengelilingi masjid ini merupakan simbol untuk menyucikan diri sebelum memasuki rumah Allah.

Di belakang masjid terlihat sungai yang dibentuk menyerupai air terjun kecil. Sungai tersebut berasal dari mata air yang konon tidak pernah habis. Uniknya, saat musim kemarau air yang dihasilkan tetap banyak dan lebih jernih. Sungai ini jugalah yang mengaliri air ke kolam yang mengelilingi masjid.

Bangunan masjid juga tergolong unik dengan bentuk kubah yang menyerupai jamur. Di dalamnya, suasana alami langsung terasa karena penggunaan material kayu jati sebagai lantai masjid. Kayu tersebut dapat cepat menyesuaikan diri dengan suhu lingkungannya serta membuat ruangan menjadi sejuk namun tidak terlalu dingin.

Teknis pemasangan lantai kayu tersebut pun cukup unik. Terdapat ruang kosong sedalam kurang lebih 50 cm di antara dasar tanah dan lantai kayu. Selain untuk menghindari kelembapan dan serangan rayap, leknik ini juga terbukti tepat untuk mencegah hawa dingin kawasan Puncak menembus ke dalam masjid.

Di bagian depan ruang utama terdapat mihrab yang juga terbuat dari kayu. Mihrab ini dihiasi dengan kaligrafi QS. At-Taubah: 3. Ruang utama sendiri terdiri dari dua lantai. Lantai atas digunakan khusus untuk wanita.

Dipilihnya nama At Ta’awuun, yang berarti tolong-menolong, tidak terlepas dari sejarah pembangunan masjidnya sendiri. Gubernur Jawa Barat kala itu, R. Nur ia n a, memprakarsai pembangunan sebuah masjid dari dana hasil sumbangan seluruh warga Jawa Barat. Setiap kepala keluarga menyumbangkan Rp. 50,- hingga akhirnya terkumpul jumlah yang cukup.

Masjid yang dikelola Pemerintah Daerah Jawa Barat ini kini menjadi salah satu ikon wisata wilayah Jawa Barat. Tak sedikit pula warga negara asing berkunjung ke masjid ini. Memang, perpaduan antara bangunan unik dengan hamparan kebun teh dan pemandangan alam yang indah menjadi daya tarik tersendiri.